YULITA AYU SURYANI

Apalah saya. Saya hanya seorang pembelajar. Belajar dari apapun, dari siapapun. Nothing is impossible. ...

Selengkapnya
Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Peserta Didik dengan Permainan Berbasis Tangan Tafis

Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Peserta Didik dengan Permainan Berbasis Tangan Tafis

Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi Peserta Didik dengan Permainan Berbasis Tangan Tafis

(Best Practices Pengembangan Literasi di Kelas IV SDN Rejosari 3 Kecamatan Mijen Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2018/2019)

Oleh :

Yulita Ayu Suryani

yulitaayusuryani@gmail.com

PENDAHULUAN

Literasi tidak terpisahkan dari dunia pendidikan. Literasi menjadi sarana peserta didik dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkannya di bangku sekolah. Literasi juga terkait dengan kehidupan peserta didik, baik di rumah maupun di lingkungan sekitarnya untuk menumbuhkan budi pekerti mulia. Literasi pada awalnya dimaknai ‘keberaksaraan’ dan selanjutnya dimaknai ‘melek’ atau ‘keterpahaman’. Pada langkah awal, “melek baca dan tulis” ditekankan karena kedua keterampilan berbahasa ini merupakan dasar bagi pengembangan ‘melek’ dalam berbagai hal.

Peta jalan Gerakan Literasi Nasional Kemendikbud (2017) mendefinisikan literasi sebagai:

a. suatu rangkaian kecakapan membaca, menulis, dan berbicara, kecakapan berhitung, dan kecakapan dalam mengakses dan menggunakan informasi;

b. sebagai praktik sosial yang penerapannya dipengaruhi oleh konteks;

c. sebagai proses pembelajaran dengan kegiatan membaca dan menulis sebagai medium untuk merenungkan, menyelidik, menanyakan, dan mnegkritisi ilmu dan gagasan yang dipelajari; dan

d. sebagai pemanfaatan teks yang bervariasi menurut subjek, genre, dan tingkat kompleksitas bahasa.

Saat ini kegiatan di sekolah ditengarai belum optimal mengembangkan kemampuan literasi warga sekolah khususnya guru dan siswa. Hal ini disebabkan anatara lain oleh minimnya pemahaman warga sekolah terhadap pentingnya kemampuan literasi dalam kehidupan mereka serta minimnya penggunaan buku-buku di sekolah selain buku-teks pelajaran. Kegiatan membaca di sekolah masih terbatas pada pembacaan buku teks pelajaran dan belum melibatkan jenis bacaan lain.

Penumbuhan literasi di sekolah dapat dilakukan melalui kegiatan rutin dan kegiatan insidental. Kegiatan tersebut dilakukan dalam tiga tahapan literasi yaitu tahap pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Namun demikian, Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dicanangkan Kemendikbud sejak tahun 2016 itu belum berjalan dengan baik.

Kemampuan literasi, dalam hal ini membaca dan menulis harusnya menjadi senjata utama bagi generasi bangsa Indonesia dan harus diajarkan sejak usia dini. Dewasa ini, permasalahan literasi merupakan salah satu masalah yang harus mendapat perhatian khusus oleh bangsa Indonesia. Hal ini dikarenakan dalam beberapa dekade terakhir ini, daya saing bangsa Indonesia di tengah bangsa-bangsa lain cenderung kurang berkompetisi. Realita ini tercermin dalam perbandingan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Tjalla (2011) mengemukakan beberapa penelitian internasional yang menggambarkan kondisi ini adalah seperti penelitian yang dilakukan oleh Programme for International Students Assessment (PISA) terhadap kemampuan literasi (matematika, sains, dan bahasa) siswa dari berbagai dunia berturut-turut pada tahun 2003, 2006, 2009, dan 2012. Khusus untuk literasi bahasa, tahun 2003 prestasi literasi membaca siswa Indonesia berada pada peringkat ke-39 dari 40 negara, tahun 2006 pada peringkat ke-48 dari 56 negara, tahun 2009 pada peringkat ke-57 dari 65 negara, dan tahun 2012 pada peringkat ke-64 dari 65 negara.

Penelitian selanjutnya adalah penelitian yang dilakukan oleh Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) pada tahun 2006. PIRLS melakukan kajian terhadap 45 negara maju dan berkembang dalam bidang membaca pada anak-anak kelas IV sekolah dasar di seluruh dunia di bawah koordinasi The International Association for the Evaluation of Educational Achievement (IEA) dan memperoleh hasil yang menempatkan Indonesia pada peringkat ke 41.

Selain kemampuan membaca, kita juga tidak memungkiri bahwa kemampuan menulis masyarakat Indonesia juga masih tergolong rendah. Depdiknas (Gipayana, 2004: 60) mengungkapkan sejumlah data hasil survei dari (IEA) mengenai kemampuan baca tulis anak-anak Indonesia bahwa sekitar 50% siswa SD kelas VI di enam provinsi daerah binaan Primary Education Quality Improvement Project (PEQIP) tidak bisa mengarang. Salah satu penyebab rendahnya kemampuan membaca siswa SD di Indonesia adalah selama ini siswa lebih banyak mendapat pelajaran menghafal daripada praktik, termasuk mengarang.

Hal ini juga terjadi di SD Rejosari 3. Program literasi dengan pembiasaan 15 menit membaca buku non teks pelajaran sudah berjalan sejak tahun 2016. Namun dengan keterbatasan buku non teks pelajaran menutup kemungkinan kegiatan tersebut berjalan sesuai harapan. Pojok baca kelas yang kurang dimanfaatkan dengan baik juga menjadi masalah yang harus diselesaikan guru dalam meningkatkan kegiatan literasi di sekolah tersebut. Selain membaca, keterampilan menulis peserta didik juga perlu ditingkatkan.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka alternatif yang tepat ialah dengan mengembangkan kegiatan gerakan literasi sekolah yang dapat meningkatkan keterampilan menulis bagi peserta didik. Dalam hal ini akan difokuskan pada keterampilan menulis puisi. Menulis puisi selain masuk ke dalam kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia juga menjadi materi dalam kegiatan Festifal Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang dilombakan setiap tahun. Untuk mengatasi hal tersebut maka penulis menciptakan sebuah pengembangan kegiatan literasi di sekolah berbasis permainan ‘Tangan Tafis’. Permainan ‘Tangan Tafis’ diharapkan mampu meningkatkan motivasi peserta didik dalam kegiatan menulis dan dapat meningkatkna keterampilan menulis puisi eserta didik.

Berdasarkan identifikasi masalah yang ada, penulis mencoba untuk merumuskan beberapa masalah yang akan menjadi objek penelitian. Permasalahan yang akan diteliti adalah bagaimana permainan ‘Tangan Tafis’ ini dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi peserta didik serta bagaimana dampak permainan ‘Tangan Tafis’ terhadap peningkatan keterampilan menulis puisi peserta didik di kelas IV SD Negeri Rejosari 3. Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana permainan ‘Tangan Tafis’ dapat peningkatan keterampilan menulis puisi peserta didik di kelas IV SD Negeri Rejosari 3 dan untuk mengetahui bagaimana dampak permainan ‘Tangan Tafis’ terhadap peningkatan keterampilan menulis puisi peserta didik di kelas IV SD Negeri Rejosari 3.

PEMBAHASAN

Permainan ‘Tangan Tafis’ adalah sebuah ide pengembangan literasi di SD Negeri Rejosari 3. Kegiatan ini adalah lanjutan dari program literasi sekolah yaitu pembiasaan membaca 15 menit buku non teks pelajaran sebelum jam pelajaran dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri Rejosari 3 untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi.

Mengapa ‘Tangan Tafis’? Tangan Tafis adalah sebuh akronim dari ‘Tantangan Estafet Menulis’. ‘Tangan Tafis’ dikemas dalam sebuah permainan yang diharapakan dapat memacu semangat siswa untuk berlatih menulis puisi sehingga anak merasa senang dan tidak tertekan. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk permainan karena merujuk dari sebuah hasil penelitian yang berjudul “Implementasi Kota Layak Anak di Kabupaten Demak” oleh Moh. Rohmat Said, Murtono, dan Sri Utaminingsih tahun 2017. Dalam penelitian tersebut menjelaskan bahwa implementasi KLA dalam pendidikan meliputi: peran dunia usaha, fasilitas informasi, kawasan tanpa rokok, pendidikan anak usia dini, sekolah ramah anak, wajib belajar 12 tahun, fasilitas perjalanan anak dari dan ke sekolah, serta fasilitas kreasi dan rekreasi.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka penulis menggaris bawahi tentang pentingnya menciptakan sekolah ramah anak dengan menyediakan ruang kreasi peserta didik di sekolah. Melalui permainan diharapkan peserta didik merasa senang dalam aktifitas menulis.

Dalam penelitian lain yang dilakukan oleh Fitri Budi Suryani tahun 2009 yang berjudul “Improving The Students' Writing Proficiencies Through Journal Writing” menyebutkan “Journal writing influences the profisienses of writing.” Bahwa penulisan jurnal mempengaruhi keahlian menulis. Dengan ini penulis menyimpulkan bahwa keterampilan menulis perlu diasah sejak dini. Pentingnya melatih keterampilan menulis sejak dini mendasari penulis untuk melaksanakan pengembangan kegiatan literasi di SD Negeri Rejosari 3 melalui permainan ‘Tangan Tafis’.

Pengembangan kegiatan literasi sekolah berbasis permainan ‘Tangan Tafis’ ini dilaksanakan berdasarkan hasil keputusan rapat dewan guru di SD Negeri Rejosari 3 atas usulan penulis sebagai guru kelas IV. Sebagai obyeknya dalam kegiatan ini adalah kelas IV yang berjumlah 21 peserta didik.

Permainan ‘Tangan Tafis’ ini dapat dilaksanakan pada jam pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi menulis puisi maupun dilaksanakan di luar jam pelajaran yaitu ketika jam literasi sekolah. Jam literasi sekolah dapat dilaksanakan di awal sebelum jam pelajaran dimulai ataupun di akhir jam setelah pelajaran selesai. Sesuai program sekolah, pelaksanaan jam literasi diserahkan kepada masing-masing guru kelas. Untuk kelas IV sendiri jam literasi dilaksanakan setiap hari dengan pembiasaan 15 menit membaca buku non teks pelajaran sebelum jam pelajaran dimulai. Selain itu berdasarkan kesepakatan peserta didik dan guru kelas IV menambahkan jam literasi pada hari Sabtu selama 30 menit setelah jam pelajaran selesai. Pada saat jam literasi setiap hari Sabtu tersebut biasanya diisi dengan kegiatan pengembangan. Kegiatan pengembangan yang sudah berjalan selama ini adalah membaca cerpen anak kemudian mencatat unsur instrinsik yang ada di dalam cerpen tersebut. Permainan ‘Tangan Tafis’ ini merupakan lanjutan program pengembangan literasi di SD Rejosari 3, khususnya di kelas IV.

Adapun langkah-langkah permainan ‘Tangan Tafis’ adalah sebagai berikut:

1. Diawali dengan kegiatan membaca buku non teks pelajaran selama 5 menit. Pada kegiatan membaca buku ini dapat disesuaikan dengan keadaan. Karena tujuannya berlatih menulis puisi, disarankan buku yang dibaca adalah buku-buku kumpulan puisi.

Gambar 1. Peserta didik membaca buku referensi sebelum permainan dimulai.

2. Bagi kelas menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok terdiri 4-5 peserta didik.

3. Guru menentukan beberapa tema puisi sesuai jumlah kelompok yang akan diundi.

4. Masing-masing ketua kelompok mengambil undian tema yang telah disiapkan guru.

5. Masing-masing kelompok diberi waktu 5 menit untuk berdiskusi menentukan judul puisi sesuai tema yang didapatkan dan menentukan urutan main.

Gambar 2. Peserta didik berdiskusi untuk menentukan judul puisi sesuai tema.

6. Permainan dimulai dengan cara masing-masing peserta didik menulis bait-bait puisi sesuai urutan yang disepakati dengan mengembangkan imajinasinya sesuai judul yang telah dibuat.

7. Peserta didik nomor urut satu dari masing-masing kelompok menulis bait pertama, nomor urut dua menulis bait kedua dengan memperhatikan keruntutan dari nomor urut satu. Begitu seterusnya secara bergantian sampai nomor urut terakhir menulis bait terakhir dari puisi tersebut.

Gambar 3. Peserta didik mulai menulis bait-bait puisi sesuai urutannya secara bergantian.

8. Setelah semua menulis sesuai urutannya masing-masing, selanjutnya puisi tersebut dibaca ulang dan dapat diperbaiki secara bersama-sama.

9. Kelompok yang menyelesaikan tantangan terlebih dahulu mendapatkan hadiah dari guru. Hadiah dapat berupa bintang, emoticon senyum, atau hanya ucapan ‘hebat’, ‘bagus’, dan sebagainya. Puisi terbaik akan dipajang di papan pajang kreasi kelas.

Gambar 4. Kelompok yang telah menyelesaikan permainan ‘Tangan Tafis’.

Dengan pengembangan kegiatan literasi melalui permainan ‘Tangan Tafis’ dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi peserta didik kelas IV. Selain itu peserta didik terlihat begitu antusias dan senang dengan kompetisi antar kelompok.

SIMPULAN

Pengembangan literasi berbasis permainan ‘Tangan Tafis’ merupakan solusi alternatif untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi peserta didik kelas IV SD Negeri Rejosari 3. Kegiatan ini sangat mudah diterapkan dan terbukti memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan keterampilan menulis peserta didik. Permainan ‘Tangan Tafis’ ini perlu ketekunan dan agar dilakukan berulang kali untuk lebih mengasah imajinasi peserta didik. Kegiatan ini dapat juga dilanjutkan dengan materi yang berbeda, misalnya menulis cerpen anak.

Pengembangan literasi berbasis permainan ‘Tangan Tafis’ dapat diterapkan di mana saja. Sekolah yang ingin mengembangkan kegiatan literasi sekolah disarankan dapat menerapkan kegiatan tersebut. Namun dalam pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan karakteristik lingkungan sekolah masing-masing. Sekolah harus benar-benar memahami apa yang sebenarnya menjadi masalah bagi mereka, bagaimana alternatif-alternatif pemecahan masalah tersebut, apa kelebihan dan kelemahan masing-masing alternatif, dan bagaimana alternatif tersebut dapat diaplikasikan dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Gipayana, Muhana. 2004. Pengajaran Literasi dan Penilaian Portofolio dalam Konteks Pembelajaran Menulis di SD. Jurnal Ilmu Pendidikan. Jilid 11, Nomor 1, Hal 59 – 70

Kemendikbud. 2016. Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta : Direktorat Jenderal

OECD. 2014. PISA 2012 Results in Focus. Programme for International Student Assessment ,

1–44.

Said, M.R., Murtono., Utaminingsih, S. 2017. Implementasi Kota Layak Anak di Kabupaten Demak. Jurnal Refleksi Edukatika, 8(1): 99-106

Suryani, F.B. 2009. Improving The Students' Writing Proficiencies Through Journal Writing. Jurnal Sosial dan Budaya. Volume 2, Nomor 2, Hal 150-157

Tjalla, Awaluddin. 2011. Potret Mutu Pendidikan Indonesia Ditinjau dari Hasil-hasil Studi Internasional.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali